Kamis, 30 Oktober 2008

TPI Pelabuhan Brondong


TPI Brondong berjarak 6 km dari lokasi wisata Tanjung Kodok. Tempat ini merupakan tempat pendaratan ikan para nelayan baik nelayan lokal maupun nelayan dari berbagai daerah di Indonesia serta dapat dijadikan sebagai tempat rekreasi bagi keluarga sekaligus belanja ikan yang relative murah karena tempat nelayan menjual ikan hasil tangkapan. Pengujung dapat berbelanja aneka ikan segar dan kering juga yang sudah masak.

Untuk menuju TPI ini dapat ditempuh dengan transportasi umum dari Surabaya-Gresik-Panceng melalui jalan Daendeles (ruas jalan Anyer - Panarukan), atau dari arah barat Tuban-Paciran.

Monumen Kapal Van der Wijck


Pada tanggal 28 oktober 1936 di Pantura laut Jawa, tepatnya diperairan utara Brondong telah terjadi musibah dengan tenggelamnya kapal Van Der Vijck. Kapal mewah yang dibuat digalangan kapal Feijenoord Roterdam Belanda pada tahun 1921 adalah merupakan kapal milik perusahaan Koninklijke Paketvoart Maatschappij Amsterdam. Atas jasa nelayan Brondong, maka para awak kapal dan penumpang dapat diselamatkan. Berkat bantuan itulah pemerintah Belanda mendirikan monument yang terletak dihalaman Kantor Pelabuhan Brondong.

Wisata Religi dan Bahari Lamongan



Sunan Drajat dan Tanjung Kodok adalah dua nama bermagnit kuat sepanjang masa.Mampu menyedot jutaan peziarah dan wisatawan nusantara maupun manca negara. Keduanya kini jadi icon wisata dan pintu gerbang informasi perekonomian rakyat Lamongan dengan dunia luar. Tiada mengenal waktu, siang dan malam, berjalan kaki atau berombongan naik mobil dan bus-bus, berduyun..duyun orang silih berg anti berdatangan berziarah mengunjungi makam Sunan Drajat dalam route tour Walisongo. Daya tarik Sunan Drajat membawa berkah mengalirnya uang bermilyar-milyar rupiah dari para peziarah, mampu menggerakkan berbagai aktifitas perekonomian rakyat. Fenomena sosial wisatawan religi, budaya dan ekonomi itu dikemas untuk menggerakkan perekonomian rakyatnya dengan memanfaatkan potensi kunjungan jutaan wisatawan religi yang tiada putus-putusnya itu, dihadang diroute bersejarah jalan raya Deandels untuk mampir pula menikmati keajaiban isi perut bumi Gua Maharani dan keindahan alam pantai wisata bahari Tanjung Kodok Obyek wisata lokalan itupun kemudian dibangun bertaraf internasional dengan manajemen modern dibawah payung PT. Bumi Lamongan Sejati, sebuah perusahaan patungan Pemerintah Kabupaten Lamongan dengan PT. Bunga Wangsa Sejati yang berhasil membangun dan mengembangkan Jatim Park Batu.
Tanjung Kodok kini bertrade mark baru Wisata Bahari Lamongan WBL Tanjung Kodok atau Jatim Park II.
Obyek wisata alam pantai berbatu cadas mirip kodak itu dulu tanggal 11 Juni 1983 dijadikan lokasi penelitian gejala astronomi gerhana matahari total oleh NASA Arnerika Serikat. Kini dilokasi .itu dibangun secara besar-besaran dan profesional dengan studi perpaduan konsep Wisata Bahari Ancol Jakarta, Singapura dan pantai Jepang.

Di Wisata Bahari Lamongan Tanjung Kodok terapat replika ziarah Walisongo, pemandian dan kolam renang air tawar dan air laut, arena ketangkasan, playground remaja, sepeda air dan speed boat, rumah sakit hantu, istana bawah laut, rumah kucing, arena motor cross, pondok penginapan pelajar, Qua insectarium, arena gocar, lapangan tenis, menara rukyat, cottage dan hotel dengan pelayanan Islami, restoran dan berbagai fasilitas wisata menarik lainnya yang masih terus dikembangkan di kawasan jelajah seluas 20ha.
Kawasan wisata ini juga dekat dengan sentra kerajinan emas, batiktulis dan bordir desa Sendang Agung dan Sendang Duwur serta pusat pendaratan ikan terbesar Jawa Timur di pelabuhan Brondong.